Archive for 2013
merayu penuh gemas,
burung ikan tetap berenang,
kucingku mengeong,
ayamnya saling berlarian.
tangis sekecil dalam karung selendang gendongannya,
menangis dipotret kamera,
sikecil yang tak mau dipotret,
yang menggendongpun tak pernah tertangkap,
oleh jepretan kilat foto walau hitam-putih.
badannya ayu tapi kekar,
mawarnyapun tak ada duri,
tapi enak dipegang.
harum, putih murni berbekas jahit diperut,
berbekas luka mandi bercuci,
tak ada penat, tak ada lelah.
rambutnya terurai megah dan mengembang,
bibirnya merekah,
senyumannya manis,
tuturnya melirihkan sunyi.
bernada sumbang tapi merdu,
menggetarkan hati diri yang nakal,
tak ada amarah kecuali lemah,
berair penuh murni tuturnya menyairkan hati.
ibu,
engkau mama ku,
ku panggil emak dan me'e,
kadang bunda kadang mamak.
sajak ini mungkin tidak jelas bu,
seperti rasa yang tak bisa menggambarkan dengan jelas kehidupanmu,
sayangmu dan hidupmu, untukku,
tak pernah bisa diucap,
puisi syairpun tak tertembus,
hanya nurani atau sekedar nada tanpa lirik,
hanya itu tergambar sedikit,
secuil dari banyak,
setitik dari banyak bekas.
hati ini hanya bisa tersipu dan mengalir,
membasahi keringat atas saat ingat,
bersenandung lirih tak ada yang mendengar,
tapi merdu.
kerja kerasmu hanya bisa kupandangi kaku,
tak bisa membalas, dengan apa,
dengan apa, dengan apa,
tulisan hanya sejengkal,
pantunpun secuil.
lembaran sampai akhir tak menggambarkan apapun tentangmu,
kecuali engkau sendiri yang bisa menggambarkannya,
tak ada kata tanpa potret,
tak ada sunyi saat sunyi tanpa gambarmu.
puisi ini tak beraturan,
aku tak bisa merangkainya,
awalnya seperti apa, akhirnya seperti apa.
aku tak tahu berkata apa lagi,
aku bingung,
Aku hanya cinta ibu.
burung ikan tetap berenang,
kucingku mengeong,
ayamnya saling berlarian.
tangis sekecil dalam karung selendang gendongannya,
menangis dipotret kamera,
sikecil yang tak mau dipotret,
yang menggendongpun tak pernah tertangkap,
oleh jepretan kilat foto walau hitam-putih.
badannya ayu tapi kekar,
mawarnyapun tak ada duri,
tapi enak dipegang.
harum, putih murni berbekas jahit diperut,
berbekas luka mandi bercuci,
tak ada penat, tak ada lelah.
rambutnya terurai megah dan mengembang,
bibirnya merekah,
senyumannya manis,
tuturnya melirihkan sunyi.
bernada sumbang tapi merdu,
menggetarkan hati diri yang nakal,
tak ada amarah kecuali lemah,
berair penuh murni tuturnya menyairkan hati.
ibu,
engkau mama ku,
ku panggil emak dan me'e,
kadang bunda kadang mamak.
sajak ini mungkin tidak jelas bu,
seperti rasa yang tak bisa menggambarkan dengan jelas kehidupanmu,
sayangmu dan hidupmu, untukku,
tak pernah bisa diucap,
puisi syairpun tak tertembus,
hanya nurani atau sekedar nada tanpa lirik,
hanya itu tergambar sedikit,
secuil dari banyak,
setitik dari banyak bekas.
hati ini hanya bisa tersipu dan mengalir,
membasahi keringat atas saat ingat,
bersenandung lirih tak ada yang mendengar,
tapi merdu.
kerja kerasmu hanya bisa kupandangi kaku,
tak bisa membalas, dengan apa,
dengan apa, dengan apa,
tulisan hanya sejengkal,
pantunpun secuil.
lembaran sampai akhir tak menggambarkan apapun tentangmu,
kecuali engkau sendiri yang bisa menggambarkannya,
tak ada kata tanpa potret,
tak ada sunyi saat sunyi tanpa gambarmu.
puisi ini tak beraturan,
aku tak bisa merangkainya,
awalnya seperti apa, akhirnya seperti apa.
aku tak tahu berkata apa lagi,
aku bingung,
Aku hanya cinta ibu.
tertegun manis si manja baru dilahirkan,
sekejap aku tidak tahu apa-apa,
kecuali sinar terang yang tak bisa terbilas,
hanya putih,
tak bisa kuingat siapa waktu itu.
sebelum aku dewasa aku juga pernah kecil,
berbuntut pada ekor-ekoran,
berlayang-layang,
menari di reruntuhan jerami yang lapuk,
tentu dengan komentaar pedas.
wajah itu selalu terbebani,
namun senyum tetap seperti merekah,
mentaripun mungkin gundah juga,
saat aku melirikpun semua tahu,
tegar, coklat namun percaya diri.
itulah Bapak,
dialah permaisuri ibu,
membanting lunaknya keringat,
demi kami dan seisi rumah yang sudah lapuk,
tak ada resah namun tetap mewah.
meski terkadang penuh asap yang tak sedap,
beracun hingga meracun,
semua tak apa, aku hanya bisa diam,
sebagai bocah, sebagai anak polos,
pun tak mau menutup hidung,
hanya bisa tertegun atau menghindar sejenak.
melati mungkin tak tertandingi,
hanya bisa menyamai,
menyamai dengan penuh kokoh akar kaki-kakinya tanpa sepatu,
menyamai kulit-kulit pohon bajunya bolong,
topi baja,
topi segala masalah adalah rambutnya.
jika aku membenci aku sudah mati,
jika aku memberi juga semua akan mati,
madu mungkin berubah,
tapi sarangnya tetap, tidak pernah berubah,
perumpamaan berandai seperti itu,
dia tetap bapakku.
tangan kaki ini memang sudah letih dengan permainan ilmuku,
singkat cerita pikiranpun ragu,
kadang pusing, kadang marah,
dan berapi-api mengomentari takdir seperti matahari.
dirinya lebih lelah dari diri ini,
punggungnya luka sobek sedikit tapi perih,
punggungnya bercak merah koin seratus perak,
dengan gambar wayang,
tak perlu emas.
Kini sudah jauh,
layang-layangpun sudah terbang sepuluh tahun lalu,
kelelahanpun iba dengan tibanya,
permainan petak umpet sekarangpun masih mencari,
malam ataupun siang,
demi saya.
begitulah takdirnya,
bersayang aku juga iba dan cinta,
meski terkadang tak tahu berkata apa,
tapi tetap cinta,
puisi ini kucipta untukmu bapak,
hasil jerih dan ingatan sesaat,
dan ikhlas.
maka dengarlah dengan baik.
aku menyayangimu,
seperti indahnya puisi cinta bertasbih,
mengisahkan kakak kepada adiknya,
aku iba dan berharap,
aku seperti itu.
aku mencintaimu,
seperti saat kubuat untukmu simpul-simpul keranjang,
dengan lingkaran dan saling memutar,
dan engkau menekuk dan meneruskannya,
menganyamnya.
aku merindukanmu,
seperti laranganmu saat permainan itu aku tahu,
berbohong untuk menganyamkan orang lain,
dan menjadi temanku.
seperti ombak kura-kura sekarang besar,
diteduhkan dengan buaya kemarin sore,
tetap akrab tak ada luka,
tetap manis tak ada duka.
bapak,
saya merindukanmu.
sekejap aku tidak tahu apa-apa,
kecuali sinar terang yang tak bisa terbilas,
hanya putih,
tak bisa kuingat siapa waktu itu.
sebelum aku dewasa aku juga pernah kecil,
berbuntut pada ekor-ekoran,
berlayang-layang,
menari di reruntuhan jerami yang lapuk,
tentu dengan komentaar pedas.
wajah itu selalu terbebani,
namun senyum tetap seperti merekah,
mentaripun mungkin gundah juga,
saat aku melirikpun semua tahu,
tegar, coklat namun percaya diri.
itulah Bapak,
dialah permaisuri ibu,
membanting lunaknya keringat,
demi kami dan seisi rumah yang sudah lapuk,
tak ada resah namun tetap mewah.
meski terkadang penuh asap yang tak sedap,
beracun hingga meracun,
semua tak apa, aku hanya bisa diam,
sebagai bocah, sebagai anak polos,
pun tak mau menutup hidung,
hanya bisa tertegun atau menghindar sejenak.
melati mungkin tak tertandingi,
hanya bisa menyamai,
menyamai dengan penuh kokoh akar kaki-kakinya tanpa sepatu,
menyamai kulit-kulit pohon bajunya bolong,
topi baja,
topi segala masalah adalah rambutnya.
jika aku membenci aku sudah mati,
jika aku memberi juga semua akan mati,
madu mungkin berubah,
tapi sarangnya tetap, tidak pernah berubah,
perumpamaan berandai seperti itu,
dia tetap bapakku.
tangan kaki ini memang sudah letih dengan permainan ilmuku,
singkat cerita pikiranpun ragu,
kadang pusing, kadang marah,
dan berapi-api mengomentari takdir seperti matahari.
dirinya lebih lelah dari diri ini,
punggungnya luka sobek sedikit tapi perih,
punggungnya bercak merah koin seratus perak,
dengan gambar wayang,
tak perlu emas.
Kini sudah jauh,
layang-layangpun sudah terbang sepuluh tahun lalu,
kelelahanpun iba dengan tibanya,
permainan petak umpet sekarangpun masih mencari,
malam ataupun siang,
demi saya.
begitulah takdirnya,
bersayang aku juga iba dan cinta,
meski terkadang tak tahu berkata apa,
tapi tetap cinta,
puisi ini kucipta untukmu bapak,
hasil jerih dan ingatan sesaat,
dan ikhlas.
maka dengarlah dengan baik.
aku menyayangimu,
seperti indahnya puisi cinta bertasbih,
mengisahkan kakak kepada adiknya,
aku iba dan berharap,
aku seperti itu.
aku mencintaimu,
seperti saat kubuat untukmu simpul-simpul keranjang,
dengan lingkaran dan saling memutar,
dan engkau menekuk dan meneruskannya,
menganyamnya.
aku merindukanmu,
seperti laranganmu saat permainan itu aku tahu,
berbohong untuk menganyamkan orang lain,
dan menjadi temanku.
seperti ombak kura-kura sekarang besar,
diteduhkan dengan buaya kemarin sore,
tetap akrab tak ada luka,
tetap manis tak ada duka.
bapak,
saya merindukanmu.
Ada penyusup baru, murid baru pindahan dari negara sebelah. kakaknya polisi, orangnya tinggi kurus, tasnya tipis, lagaknya mencurigakan. ini dia picnya.
awalnya saya tidak tahu kalau orang yang pertama saya lihat itu adalah siswa pindahan baru, saya kira penyusup. bagaimana tidak, padahal aku sudah berangkat paling pertama. biasanya belum ada orang, tapi hari itu beda, ceplarr (nampar nyamuk sebentar, maap ya...) hari itu beda, karena ada sesosok yang belum tahu wajahnya sudah memandangi mading. gag ada orang juga, jadi saya putuskan untuk pura-pura tidak tahu. siapa tahu dia jelmaan makhluk astral (kejem banget ya gue?).
perasaan senang diam-diam mengikutiku, bangga dan terharu, kepingin memeluk artis dan berteriak, bukan gara-gara ada anak baru, tapi karena tulisan dimading itu dibaca, bahkan sama orang asing. bagaimana tidak gembira, itu yang buat tulisan dimading saya dan tim saya (mantan osis), bangga gitu loh. pekerjaan kami tidak sia-sia, meski tidak tahu dia sebenernya baca apa tidak. atau hanya bertanya pada semut merah yang merayap didinding, yang menatapnya curiga juga, lalu dipites, dibanting, digampar, ditendang, dibakar, dimakan, dikeluarin lagi, dimakan lagi (mulay deh lebaynya). yang penting saya tidak perduli dia melihat saya apa tidak, saya naik keatas (ada tangganya we... bukan manjat tiang bendera... oke...), entah dia melihatku apa tidak, apa hanya menganggapku angin lalu, atau alien, atau apalah terserah dia yang penting aku terus berjalan keatas, lalu belok kanan, keatas lagi, lalu belok kanan lagi, untung pintunya udah dibuka, jadi bisa langsung duduk manis semanis madu (ditangan kananmu) racun (ditangan kirimu) aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku (nyanyi rek... bukan baca puisi, hehe). sekian.
hari itu benar-benar menegangkan. tangan menjadi kaku, dingin menusuk sampai hati. jantung rasanya berdebar kuat. sepertinya hawa seram memang menyelimuti kelas pagi itu. semua orang yang datang langsung duduk dan membuka buku, tidak ada yang berani terlambat. bahkan, saat bel berbunyi semua menjadi sangat sunyi. tidak ada kelas yang menempeli kelas kami kecuali ruang kepala sekolah, jadi tidak ada yang membuat gaduh. sampai datanglah guru fisika kami, masuk dari pintu yang terbuka lalu menutupnya. beliau datang tanpa buku sedikitpun, kecuali hp yang menempel di jemarinya. tanpa tas ataupun penggaris, hanya bolpoin yang terkadang menempel di sakunya.
semua terdiam, tertegun dan merasa takut. hal yang aneh tiba-tiba terjadi. saat itu beliau sedang duduk dibangkunya, sedangkan kami masih tertegun memandangi arah buku masing masing. tiba-tiba... tiba-tiba... tiba-tiba bapak fisika itu memberitahu kami bahwa ada murid baru, dia disuruh masuk dan disuruh memperkenalkan diri. namanya simple, singkat, padat dan jelas. yaitu SUYADI. siapa namanya? Suyadi, "jelek sekali" kemudian bapak fisika yang superjenius itu menjawabnya (serius! bukan karena mengatakan "jelek sekali" tapi karena yang puinter banget fisikanya).
itulah mengapa saya beri judul JELEK SEKALI pada tulisan kali ini, karen jawaban bapak fisika setelah mendengar nama Suyadi, yang kemudian jadi bahan gunjingan kami (maaf ya suy, hehe... pisss).
hari pertama memang dia berangkat pagi banget, mengalahkan rekor saya. tapi tak lama kok. selanjutnya datang malah telat. jadi biasa aja deh. dalam perasaanku saat itu, "oh ini to anak barunya, yang tadi pagi ketemu berarti dia. tak kira siapa. pantes gak pernah lihat". begitulah.
dia menjadi sponsor utama kami, yang membuat perubahan setelah kedatangan zean dikelas satu MA, murid pindahan juga. mungkin zean dan yadi (kami memanggilnya gitu, atau "suy") yang paling kaya dikelas kami. bahkan yang pertama bawa leptop adalah yadi, dan karena kami gaptek, ya dikepoin deh leptopnya. sampai ketemu gem yang seru menguras keringat dan tenaga saking nyebelinnya, namanya saya lupa. pokoknya populer dikalangan mahasiswa.
orangnya dermawan tapi pelit, orangnya sopan tapi jail, orangnya pendiam tapi rame, orangnya rajin tapi jarang belajar (kesimpulannya???) hehe... tuuuuuutt.... disensor... haha
udah ah, kalo kayak gini terus dosanya lama-lama pindah ke saya ni, tak omongin terus.
sekian ya terimakasih.
PERHATIAN!
properti yang digunakan bukan berasal dari barang-barang yang bisa meledak. apa bila ada kesamaan nama memang disengaja. tulisan ini disusun untuk memenuhi permintaan yadi. apabila sakit berlanjut hubungi dokter.
TERIMAKASIH.
Teman, mungkin beberapa orang punya banyak teman, atau mungkin banyak-banyakan teman. zaman skarang beda sama dulu. kalau jaman sekarang ada yang namanya facebook, hasil evolusi dari friendster. meskipun saya juga lebih suka memakai facebuk, karena prenster terlalu ribet digunakan. ganti tema ini-lah, itu-lah dll. (dan lainnya lupa, haha).
Tapi bukan itu yang mau saya bahas, tapi tentang kedua temen saya ini. dua si sebenernya, yang satu cewek yang satu anggap saja cowok (sori mas bro). namanya Lya dan Boby, bener gak ya tulisannya? (ya sudahlah).
pertama, cewek ini mengaku bernama lya. kita kenal waktu jamannya aku kelas tiga smp atau sudah sma saya lupa , maaf sebelumnya tidak mencantukan nama NEGERI atau singkatannya N-dibelakang, maklum sekolahku kan di luar negri (alias swasta), lebih tepatnya MTs. dan MA. ya meskipun gak negri yang penting mbayar hahaha, lanjut....
iya, kami kenal lewat dunia maya (gak ada yang nanya main iya iya aja, haha), lebih tepatnya dari jejaring telepon (maksut loh?), lewat layanan chat dari telkomsel, dulu saya pakenya AS bro, belinya bareng sama bokap gua... gua selama 4 tahun ajah udah ganti kartu berkali-kali. kartu pertama as, kartu kedua as, kartu ketiga as lagi, kartu keempat im3, kartu kelima mentari (dapet MINJEM bro, hehe), selanjutnya as lagi, kemudian, lalu, sehingga, berganti, menjadi, lalu, kemudian, pindah ke axis, ke kartu simpati, axis lagi, axis lagi, xl, xl, axis lagi (kepanjangan bro... kapan sampenya), yaudah singkat sekarang gua pake smartfren, axis, im3 ama flexi bwat modem gua... PUAS LO SKARANG.... yoh tapi segitu banyaknya kartu yang ada sinyal di tempat gua bertapa sekarang cuma m3, itupun gak ada pulsa... (hahaha, sukurin... ADZAB tu namanya, keseringan ganti kartu si... gak setia... sekarang gua puas... hahahah), okeh... liat aja nanti. dari pada sakit ati gua lanjutin di next paragraf (sok ingrris...).
saya gag tahu tadinya, saat dikasur tiba-tiba hp berbunyi, ada sms masuk yang mengirimkan sebuah kata-kata "aku kesepian", dibales dan di bales sehingga terus berbales-balesan. kan cuma iseng yo ditelpon lah... pas ditelpon malah bunyi "maaf numer yang anda hubungi sedang tidak aktif", terus dihubungi bunyi kayak gitu. tapi anehnya yang sms balesi terus, kan takut jadinya pas dicari di internet tentang cek nomor telepon ternyata ada dan milik orang yang sudah meninggal karena kecelakaan, siapa gag mrinding coba, pas hp dimatiin tiba-tiba selalu nyala sendiri, begitulah sekedar sinopsis dari film 4bia dari thailand. mau tau lebih lanjut tonton aja sendiri. hehehehe....
lanjut, namanya lya, dia berkata bahwa dia berasal dari sultra. sumatra utara (salah.... ), ya maksut saya Sulawesi utara. dia juga masih sekolah seperti saya dulu. sekarang tidak.... tahu, hehe.
dulu pas disms tentu aku kaget, ternyata pas ditanya, jawabannya sangat mengejutkan. dari CHAT yang disediain kartu as, dari mana anak-anak??? dari telkomsel... dari mana??? dari telkomsel, sekali lagi!... dari TELKOMSEL. saat itu pas jomblo juga, gag ada temen, buat curhat juga susah ya udah saya layanin smsnya, cerita banyak banget kaya pacaran... siang - lagi apa - kapan - dimana - udah makan? - lagi apa? - lagi PUP, hahahaha, becanda cuy...
tapi sekarang entah kemana, apakah dia yang ganti kartu atau aku yang ganti kartu, aku tak tahu, dan aku rindu. pernah tak tanya fbnya apa... udah ketemu tapi sayang fb saya diHACK orang, sialan.... (hahaha, dihack ya??? makannya pake Axis!!!), gak nyambung kaleee.... hahahaha
sekarang gak tahu... yang aku cuma inget adalah kata-kata lovelibraq udah gitu aja, cukup... nangis niii....
hahahahah....
Kemudian yang kedua dan terakhir ada Bobi. nama lengkapnya Boby K------ (sensored)
yah gitulah. kenalan lewat fb, orangnya baek, kalau diajak ngomong nyambung, meski aku yang gak nyambung, hehe... dia cowok lho ya, bukan cewek... dari lampung, informasi yang gue dengar (baca) si gitu,,,
bercanda, catting biasa, kalo menurut saya si dia kayak kaka sendiri. satu angkatan lagi...
eh satu lagi, ada yang namanya Ahmad Lutfy dan Bhawesh Misra... from Malaysia dan Nepal, i knew Lutfy since my first senior h.s and Bhawesh too, when he introduced by santo. we shared together about indonesia, and other situasion, atitude and jokes. and the funiest when bhawesh not know about indonesia but knew about bali. but it too same. maaf kalau bahasa inggris saya acak-acakan (please translate it!)
kami berempat bercanda bersama, tertawa bersama, berbagi bersama dan chating bersama, aku terharu dan terkadang menangis, karena tidak bisa berbicara memakai bahasa inggris. tapi, aku salut dengan bhawesh, dia mahu mengkonversikan bahasa nepalnya ke bahasa indonesia, dan kita mengaku belajar bahasa inggris bersama dan dia mengajariku banyak cara.
Aku terharu...
kapan semua itu akan terjadi lagi. terkadang, saya berfikir agar bisa menemui mereka semua. bukan melewati dunia maya, tetapi saling bertatap muka dan memakai bahasa yang sama, dapat dimengerti. tapi kapan? meskipun belum pasti, aku sudah mempunyai niatan untuk kalian.
you all the best, saat aku tidak ada kawan berbicara.
dan untuk boby, aku ngiri kamu masuk ke kedokteran.
semoga dia membacanya, dan semoga semua membacanya.
me. Aksa Prakasa (my first FB?hacked or whatever), and now Kim Ferdy
Masa-masa keluargaku di asrama ada ada aja. ada satu trio namanya Trio Najis, eits, itu bukan cemoohan low. itu singkatan yang NA adalah narsisitic, JIS-nya saya lupa. mungkin bisa ditanyain sendiri.
Kenapa dalam judul saya sebutkan Nejong? memang mereka sering menyelewengkan kata-kata menjadi rempong alias akhiran pong.
Mereka saingan dari geng Bodrex dari lantai dua juga, asrama A. dan saya di lantai tiga saling akur, jadi tidak ada grup-grupan alias satu lantai ngegrup semua serempak bercampur baur.
Yang paling salut adalah kebersamaan mereka, kapanpun, dimanapun, dalam kondisi apapun tetap tertawa dan bercanda. tapi yang paling nyebelin saat saya dan budi selalu dianggap oprek oleh mereka biar jade geng core i 5, haha tapi bagaimanapun juga mereka tetep sahabat terbaik.
mereka menyebutnya najis mughaladoh, mutawasitoh dan mukhofafa. alias besar, sedang, kecil. namun setelah mendekati hari H perpisahan, baik geng bodrex, trio nejong dan geng-geng lainnya bersatu padu menjadi satu setelah negara api menyerang. negara ppg menyerang, saling adu mulut, adu argumen, adu senam, bahkan adu sendal (mulai lebay, haha)
ini dia anggota mereka
pertama, LEFTONG alias latif, muh. abdul latif.
badanya besar alias mugholadoh (hahaha), tapi suaranya bueeehhhhhh..... biasa aja si (hahaha)
suaranya bener-bener bagus, dia di jurusan b. inggris, dan mengaku mirip bradd pit, mbak april sebagai ibu asrama kami juga menyetujuinya kalau muka dia dan bradd pit sebelas, duabelas MILYAR (hahahaha)
ini picnya,
Yang kedua ada WENDONG alias wandi, dari jurusan geografi, padahal dia berasal dari SMK OTOMOTIF, gag nyambung banget deh, sekarang dan mungkin selanjutnya akan terus satu kos dengan leftong. ini picnya.
yang terakhir ada JONONG alias jony, seorang mahasiswa dijurusan yang agak nyerempet sama jurusan favorit saya, yaitu di jurusan ILMU KESEHATAN MASYARAKAT, padahal jurusan favorit saya tentulah KEDOKTERAN (berharap terus masuk situ). ya udah dari pada sakit hati gak masuk jurusan Kedokteran (gak nyambung kayaknya deh), ini picnya.
Mungkin ada yang masih ingat dengan video senam di atas?
itu adalah video senam yang mana menjadi gerakan kami.
peraturan pertama ujian penjas adalah membawakan senam dengan jumlah orang maksimal setiap kelompok adalah 7 orang.
durasi sekitar 20 menit.
oke, selanjutnya kami membentuk, tidak salah kelompokku berjumlah enam orang. baris pertama aku, hady, aan, kemudian baris kedua santo, atok, anang. awalnya kami berlatih dirumah anang, dijamu dengan baik dan disambut dengan ramah. disitu kami lebih tepatnya aku yang dijadikan objek percobaan, mencoba membuat gerakan sendiri dari lagu (----lupa---- "Mungkin ada yang bersedia mengingatkan?") pokoknya dari Inavril eh maksut saya avril lavigne. yang pertamanya ada la-la-la-la atau apanya pokoknya berkesan banget deh sama lagu itu apa lagi hady dan aan.
disitu kami bekerja keras, membanting tulang, menjemur gigi (dak masuk itungan), bahkan berhari-hari sampai akhirnya kami memutuskan MEMBELI KASET SENAM SKJ 2008 (cuma ada stok yang itu katanya), walau hujan badai, petir menyambar anang dan siapa aku lupa tetap menerjangnya, dan sisanya makan dan bersantai gak ada dosa. kemudian kami berlatih, berlatih, dan berlatih sampai berlatihnya pindah kerumah santo, dan apa yang terjadi?????
TIGA KELOMPOK senamnya sama... Oke tidak apa-apa lanjut....
deg deg deg deg deg deg
hari H dimulai kami mendapat urutan berapa saya lupa, yang pasti bukan karena tampil (itu salah satunya ndeng), tapi karena senam yang kita bawain sama ber 3 kelompok.
akhirnya semua peserta ujian ada yang membawakan senam dengan seksinya (SERIUS...!), ada yang berputar mengelilingi kaabah (lebay, tapi serius..!), dan sampailah kepada kelompok arif, fdos, andy, yadi yang senamnya sama seperti kami dan pembawaannnya sangat.... sangat... sangat kacau sekali (hahahah)
tiba kelompok kami ternyata speakernya gag bisa muter dvd, haha apah boleh buat, 2 kelompok, yaitu kelompokku dan elin harus menunggu.
oke kami memutusan menggunakan mp3 hp elin dan 2 kelompok bergabung menjadi satu... power rangers turbo (hahahaha)
ingat, peraturan pertama menyebutkan bahwa anggota maksimal 7 orang dan kami tetap mengacaukan peraturan dengan tampil berduabelas hahahahaha....
6 cewek dan 6 cowok (mohon koreksi kalau ada tambahan orang)
mungkin 2 kelompok ini memiliki metode senam yang berbeda, kelompok putra hanya diam ditempat sedangkan kelompok putri berformasi yang berpindah-pindah. akhirnya kami memutuskan untuk membentuk formasi pertempuran dimana putri ditengah dengan formasinya, dan para putra menjadi pagarnya, berformasi pada sayap kanan dan kiri saja alias maju mundur, cowok dua yang belakang tetep diam (gag tahu kelanjutannya si) dan yang bikin geger adalah kami cuma latihan SATU KALI dan tampil sebagai penutup, coba bayangkan??? (biasa ajah si, udah kelaksana kok, haha)
akhirnya penampilanpun dimulai, penampilan kami maksimal dan eksotik, membius penonton dan guru bak BINTANG TAMU meski entah nilainya berapa. tapi beneran.....
andaikan direkam, itu akan menjadi momen terindah yang pernah ada sebelum ada yang menggantikannya...
kenangan itu bersama aku, hady, santo, anang, aan, atok di tim putra dan elin, amalah, winarni, eka, inayatul, rena di tim putri...
ooh betapa menakjubkannya sesi itu. tak bisa diungkapkan deh, cakep banget.... tentunya kita juga pake seragam scw putih yang cowok dan yang cewek sragamnya aku lupa... itu pokoknya menambah karya seninya deh...
Itu adalah foto yang terakhir kita abadikan sebelum keta lulus, dalam konteks kebersamaan. tapi sayang aku tidak ikut didalamnya karena ikut mengabadikan alias fotografer dadakan.
foto tersebut awalnya adalah persiapan album kenangan sekolah kami, tapi sekarang gagal untuk dibuat. akhirnya foto tersebut hanya menjadi pajangan kami saja. semuanya lengkap kecuali beberapa, termasuk aku dan yadi sebagai fotografernya.
posisi peotretan sendiri terletak di kebun belakang sekolah dengan banyak nyamuk dan pohon sengon. awalnya, hanya bertema tentang pribadi masing-masing dalam sekolah (karanganku saja), tapi lama-lama semua orang ikut berfoto saat session foto kelompok lain. tapi itulah kita.
cerita lain adalah si aan yang memakai baju PMR meminta untuk difoto di uks, tentu sebagai teman aku setuju. kita berdua khususnya aan yang memenuhi album foto hp elin berfoto secara diam-diam, untungnya kita yang diserahin tanggung jawab menjaga uks, tentu kita tidak membiarkan orang lain masuk. bahkan setelah kejadian itu, aan tetap ketagihan berfoto dengan kamera digital yang digunakan teman-teman, bahkan membawa kaos dobel untuk bergaya.
ini adalah usul rio, salah satu mantan ketua osis angkatan kami yang terkena kutukan ketua, termasuk aku (kutipan dari santo). kutukan itu adalah kutukan yang menimpa para ketua di extra, intra sekolah kami bahkan dari anglatan sebelum kami. dimana semua ketua akan mendapat uban yang jelas. sebut saja aku sebagai ketua pmr, rio sebagai ketua osis dan ketua osis sebelum rio juga tampak beruban.
sebelum melebar, saya cukupkan dulu. sebelumnya itulah beberapa kenang-kenangan sample album kami yang tidak jadi dibuat alias gagal total. tapi kami senang. dan teramat senang dan amat senang.

Lihatlah betapa bahagianya orang yang ada didalam foto. kami tentu iseng ingin bernarsis ria kala itu. disuatu tempat dengan nama dermaga. dalam foto tersebut tidak nampak masalah apa-apa, tapi dibalik layar penuh dengan masalah. lihatlah beberapa orang yang tersenyum layu sampai tertawa, mereka menahan malu atau meluapkan rasa mereka karena lucunya, mencuru-curi foto saat menunggu kapal.
tidak terlihat disitu, hanya sebuah kebersamaan. dan kebersamaan yang benar-benar kebersamaan adalah dibalik layar. yang mana bukan hanya kami saja yang tertawa, melainkan semua yang menyaksikan kami berfoto-foto narsis. disitulah tersimpan memori betapa bahagianya kami setelah menanggung lelah setelah perjalanan di pulai bali, serta menanggung malu saat semua melihati kami saat itu.
tentunya banyak foto yang bisa diperlihatkan betapa suramnya kami saat itu dengan jaket hijau yang tak pernah dilepas semenjak keberangkatan kami. tapi itulah bahagia, semua senang dan mendapatkan sebuah informasi untuk dibagikan saat tua nanti.
diurutkan dari kiri atas ada arif, aku, lutfy, usyl, aan, mufis, santo, hady, fdos.
arif, anang, linda, eko, nisa, lilis tika
dan zean
it is a good to remember,
ndak tahu bahasa inggrisnya bener atau salah.
Begitulah hari ini yang selalu membuat gundah. bagaimana tidak, seisi gazebo dan gedung E2 FT jam ini pukul 15:10 WIB begitu sepi. hanya tersisa dua orang yang saling duduk berjauhan tidak memandang wajah satu sama lain, tertutup mading nan panjang lebar.
Bagai cacing yang berdemonstran jatah makan siang ini, hatiku juga ikut berdemo. mungkin sedap dipandang saat difoto, tapi kenyataannya tidak, begitu kotor.
hari ini aku bingung apa yang ingin kusampaikan kepada orang-orang, keculai kegundahan hati yang semakin terikat saja. terikat oleh kontrak, dan terikat oleh ketidak mampuan usaha dan karya.
banyak yang senang dengan apa yang mereka dapatkan hari ini, tapi aku tidak. kemudian, banyak juga yang tidak senang dengan apa yang mereka dapatkan hari ini, namun mereka memaksa diri untuk bekerja keras meski dengan cara yang aneh dan bukan usaha mereka sendiri, dan aku tidak bisa begitu.
Akhirnya sekarang aku menyesali apa yang aku pilih setahun lalu, yaitu pilihan yang dibuat main-main saja. dan aku ingin kembali memperbaiki, tapi tak bisa, meski hanya untuk membenahi permainan itu saja.
pukul 15:17 WIB dua orang datang duduk bersebelahan denganku. tentu tampak kebinaran senang pada hati mereka. yang aku sendiri tidak mempunyai itu, sediktpun.
mudah-mudahan matahari bisa dirayu untuk muncul sore ini. sebelum mendung turun kembali. sebelum hujan menggetarkan lagi.
setidaknya di kemuraman hati, diluar masih ada cahaya terang. untuk sekedar mengubah senyum. atau menjemurkan hati yang terlanjur basah.
lagi pula, hujan mungkin juga sudah kehabisan airnya, sejak kemarin menambah mendung dan keruh air digentong. membuat semakin malas membersihkan hati yang terlanjur basah yang dipenuhi kotoran cokelat. terlanjur kusut karena terbasahi keringat mata.
sungguh aku ingin keluar jika selalu begini. tapi aku tetap masih terikat kontrak.
mungkin ada yang bangga, tapi tidak kepadaku. tidak kepada hatiku.
sesungguhnya aku hanya ingin berkata dalam ketidak jelasan sastra yang kutulis ini.
Bahwa aku ingin berfikir lagi. ingin membenahi masaku. dan tak ingin tersiksa lagi dikepemilihan yang lain.
andai aku bisa, aku sudah melakukannya.
Tidak ada kesalahan dalam judul tersebut, itu benar-banar nama lengkapnya. Namanya Pilar Sangga Buana, seperti namanya, dia adalah pekerja keras.
Kita bertemu di Asrama UNNNES Putra FIK sebagai angkatan pertama. kami memang belum akrab sejak awal dan memang tidak akrab sama sekali. yang aku ingat ya tubuhnya yang gambang diingat. tapi begitulah dia yang sering kujumpai ribut didepan tifi dengan po (nama panggilannya untuk latif).
Secara kasat, memang tidak berbeda dengan orang-orang lainnya, hanya saja dia memang pekerja keras, entah sudah dimulai sejak dulu atau hanya dari awal kuliah saya tidak tahu. sekarang dia ada di jurusan sejarah Fakultas Ilmu Sosial Unnes, tepatnya sepengetahuan saya dia dikelas Bilingual. tentu dikelas spesial incaran orang dengan jumlah manusia dikelas yang terus berjumlah 25 orang saja, dari nama bilingual itu terbayang ada bahasa inggris, itulah yang membuat ngiri diri saya tentunya.
Tapi kengirian saya bukan berhenti karena dia dikelas bilingual, tapi pertama, karena dia pekerja keras, kedua sikap kritisnya itu. pemikiran kritis tentu harus ada pada tiap-tiap mahasiswa. ;lain dengan saya, bahkan saya tidak pernah merasa bahwa saya adalah orang yang kritis. dan mungkin memang saya bukanlah orang kritis. disitulah aku mulai belajar mengkritisi diri sendiri sebagai awalnya. tentu dengan kengiriannya saya kepadanya.
Sifatnya mungkin bertolak belakang padaku, bisa diakui dia sedikit apatis. tidak pernah mau mengurusi orang sebelum dia diminta, mungkin pandanganku seperti itu. tidakmau mengganggu orang selama dia tidak diganggu orang tersebut, lain dengan saya yang banyak KEPO dan mengurusi masalah orang yang mungkin tak kukenal sekalipun, meskipun mereka hanya berkata pada temannya bahwa dia tidak tahu caranya menyalakan lampu, secara itu juga aku menyalakan lampu untuknya., meski tidak kenal dan tidak diminta, tentu bukan untuk diriku sendiri awalnya.
Kami malah sedikit akrab saat mau kelulusan asrama, atau masa aktif asrama telah hampir habis. lebih banyak berbicara satu-sama lain meskipun sebelumnya bisa dianggap tidak pernah sama sekali. tentu bukan apa-apa, tapi dia menjadi teman tersendiri saat semuanya telah pulang kampung. dan mungkin hanya bercanda sejenak.
Pernah suatu kali hampir akan satu kos sama dia, tapi salahku sendiri malah membatalkannya. tentu aku merasa bersalah karena seperti anggap saja memphpin orang lain, bagaimana rasanya tentu aku pernah merasakannya. tapi seumua bukan tanpa alasan. pertama karena sebelum aku mengajaknya tentu aku sudah diajak oleh orang lain mencarinya, kedua kalinya saat mencari bahwa orang yang mengajakku itu malah ikut dengan orang lain dan menyuruhku mencari satu orang lagi, karena aku tahu yang belum mendapatkannya adalah dia, otomatis aku ajak dia. ketiga saat sudah ketemu, malah yang mengajak orang yang mengajakku ingin menempatinya sendiri secara otomatis juga temanku sendiri lagi. keempat, intinya aku kembali ke ajakan awal dan membatalkan dengannya. ku tahu juga temannya juga belum mendapatkan hal yang sama juga. intinya begitu. berharap yang membaca ini tidak pusing.
Terkadang apa yang dia sampaikan, entah disadari atau tidak olehnya, merupakan kata yang memotivasi diri, bahkan saat bercanda sekalipun.
selanjutnya kutipan darinya saja,
"Kita gak berteman, tapi kita sahabat"
Muhammad Muatok, Nasioanalis'me (Nasional Is Me). begitulah aku yang menggantikan nama fbnya samapai sekarang saat di Lab. komputer MA-ku. kami kenal saat kelas 1 MA. salah seorang penyusup kedalam pertemanan kami yang tercatat alumni MTs. yang sama.
Sbelumnya kami brtanya-tanya siapa yang mendapat peringkat 1 saat Ujian masuk MA-ku. ternyata adalah dia. dan saya diperingkat 20an (lupa antara 21 atau 25). tapi begitulah dia, yang pertamanya duduk di bangku belakang berlainan kami yang duduk di paling depan. tapi akhirnya klas 2 MA dia duduk disamping hady, di belakang aku dan aan (anrik)yang duduk dipaling depan.
Rumah keduanya adalah WC atau Toilet. bahkan segerombolan kami tidak pernah absent berkunjung ke WC alias Toilet. bukan hanya sekali tapi dua sampai berkali-kali. dan yang paling menyenangkan adalah kelompok belajar kami, aku, atok, hady, santo, aan, firdaus, arif, aris, yadi, dan kawan-kawan lainnya, bahkan mengundang sepupuku ana untuk datang dan mengajari kami sedikit bahasa prancis di rumah lutfi setiap hari minggu. meskipun tidak seratus persen belajar, setidaknya kami banyak bersenang-senang dalam kebersamaan seperti pengganti keluarga.
Yang kusalutkan adalah dia NASIONALIS banget.
Hadi Susanto, begitu nama lengkapnya. dia adalah salah satu teman, sekaligus sahabat sampai masuk ke universitas. kenal dia sejak kelas 2 MTs. pada saat itu sampai kelulusan MTs. kami tidak begitu akrab. hanya saja tetap berteman sampai kelulusan seperti teman yang lainnya.
Yang paling dikenal oleh semua orang adalah dengan kesetiaannya pada group idolanya ST12 yang sekarang berubah menjadi Setia Band terlebih charly-nya. bahkan waktu MTs. dulu sempat dibaca oleh semua orang di kelas tentang pembukuan ST12 hasil buah tangannya tersebut. kami mungkin punya idola tapi dia adalah orang yang membuat pengidolaannya itu menjadi lebih berguna.
Saat kelas 1 MA kami duduk bersama, disitu mungkin tulisanku tidak beraturan, tapi lama-kelamaan menjadi rapih. seperti pepatah pernah bilang, "bertemanlah dengan penjal parfum maka kamu akan mendapatkan keharuman darinya", seperti itulah mungkin perumpamaannya. tentu siapa tidak malu punya tulisan yang tidak rapi, ada yang membiarkannya tapi aku tidak. tentu kulihati kenapa tulisannya bisa serapi itu, bahkan serapi untuk tulisan cewek maupun cowok. tentu sebagai manusia aku iri, dan berusaha mengerti apa yang bisa membuatku seperti itu. ku coba dan kucoba sehingga akhirnya sejak saat itu tulisanku mirip dengannya meskipun tidak sebegitu rapi dan bagus tulisannya.
Dia adalah orang yang Pandai, dan pasangannya, Susanto, yang namanya sama dengan nama belakangnya adalah orang yang begitu cerdas. Dia diterima di jurusan Matematika di UNNES, dengan pernah mendapat IP 3,70an. aktif diorganisasi juga. tetu dia sahabat yang baik yang sangat pandai memenejemeni dirinya sendiri dan mahir bermatematika ria.
Nama lengkapnya Anrik Bastian, panggilannya Aan tapi kita menyebutnya Paijo. Entah kenapa bisa begitu, tapi mungkin karena dia memanggil semua orang dengan Jo sehingga kami menyebutnya Paijo. Sesuai dengan julukannya, kebiasaannya juga aneh. Kadang lolading alias loading lama. bagaimana tidak, dia selalu mentertawakan kejadian setelah semua orang berhenti ketawa, bertanya dulu apa yang terjadi, baru kemudian tertawa sendiri.
Tapi menurutku dia murit yang pandai, bisa menghafal bacaan, tapi kurang teliti. obsesi sebelum lulus sangat besar, yaitu bermimpi masuk STAN yang terkenal itu, padahal yang dia pelajari bukan akutansi atau matematika, tapi biologi yang sedikit gak nyabung, tapi aku yakin itu akan berguna suatu hari nanti.
Dia, aku dan Hady adalah orang-orang yang memiliki tulisan hampir mirip. mungkin aku dan Hady sudah memiliki tulisan yang hampir mirip saat kelas 1 MA, tapi dia baru kelass 3 MA berhasil menirukan tulisan kami. mungkin tidak masalah bagi kami bertiga tapi masalah bagi semua orang. terlebih para perempuan. karena dia menggunakan tulisan itu untuk mengejek orang, tentu aja imbasnya bukan hanya ke dia tapi ke aku bahkan terlebih hady. cerita itu yang menjadikan semakin indah harmony yang terasa setelah setahun lebih kita semua diwisuda. terlebih saat cerita si Maula yang jatuh kepangkuannya saat kami membuat suatu video amatiran di kelas.
Dia senang bahasa inggris, tapi nilainya kok gak naik-naik. yang penting aku salut bahasa inggrisnya yang semakin bagus sedangkan aku tidak mengalami perkembangan yang signifikan. tentu dia adalah teman sekaligus sahabat yang menemaniku dari kelas 1 MA sampai sekarang, terlebih dari kelas 2 MA kita duduk sebangku. meskipun menyebalkan, tapi dia tetap sahabatku yang mau mendengarkan apa kataku.
I ALWAYS HOPE FOR OUR SUKSES,
Bahasanya campuran, hehehe
Pagi ini aku hanya terbangun dengan berharap kesendirian tidak akan terjadi padaku. Tentu saja aku ingin saat bangun pagi ini ada seseorang, yang menemaniku setelah aku membuka mata. tapi harapan tetaplah harapan. tidak akan mungkin berbuah jika bukan waktunya. tapi aku yakin pasti akan ada waktu yang tepat UNTUK HARI ITU.
Seperti biasa, setiap pagi aku terbangun dengan dingin yang selalu menyertai tubuhku. apabila mendung, aku tidak akan melihatnya. Apabila sudah terangpun tidak. karena jendela yang sudah ditutupi oleh temanku dengan lembaran lembaran kertas coklat, yang hanya bisa aku melihat keadaan diluar dengan membuka pintu. tentu, aku tidak mencopotnya karena itu adalah kebahagiaan temanku. bukan kebahagiaanku. begitulah setiap pagi yang aku sendiri tidak melihat pagi itu sendiri, begitu pun juga pagi ini.
lengkaplah sudah semua sedih, saat sendiri. ditemani dengan suara kencang ibu kos dan anaknya menjerit-jerit saat berbicara. ditambah lagi dengan nenek yang selalu baik kepadaku dan piring bekas kemarin makan yang belum sempat aku kembalikan. semuanya melengkapi keadaan nada dipagi ini.
tibalah saat dimana sms dari ponsel mawar hitamku berbunyi saling beriringan. tentu dengan keadaan setelah aku membersihkan diriku dengan air yang tidak begitu dingin pagi ini. hari ini aku dikabari akan bertemu dengan dosen karena kegagalan kelompok kami jum'at kemarin. tentu bukan salah siapa-siapa penyebabnya, tapi kami ikut untuk bertanggung jawab.
bukan hanya sekali sms itu berbunyi, bahkan berkali-kali. menambah gundahnya hati kala pagi seiringan bersama ketidak jelasan nasibku hari ini. dia bertanya dan bertanya lagi, tapi tetap aku jawab dengan sama dari pertamanya, yaitu tetap ya atau oke. begitupun juga yang mungkin dia gundah pagi ini juga. mungkin aku bisa memakluminya.
seperti biasa aku berjalan menggembok pintu yang tidak seberapa luasnya kamar itu, setelah kubersihkan sisa-sisa plafond yang menjatuhiku tadi malam, yang berhasil meremukkan bahuku juga. tapi aku hanya tertawa mengingatnya.
seperti mengingat masa SMA saja. dimana hari ini aku mengenakan batik biru dengan berbusana celana abu-abu, bernostalgia dengan irama pagi, yang tentu akan membuat sunyi pagi ini, karena semilirnya yang dingin. membuat semua beranjak masuk kerumah, tapi aku tidak, aku tetap melangkah tanpa kendaraan terselimut di kaki ataupun sandaranku.
bukan berawal masalah mulanya, namun, tiba-tiba permintaan kembali asuk ke hp ku dimana aku disuruh membangunkan orang yang tak dikenal kamarnya maupun rumahnya, aku terperanga saja. namun napak hitam ide dari ponsel dengan pulsa yang tak seberapa. satu, dua, dan tiga aku memanggilnya lewat telephon, lalu gagal. empat, lima dan enam aku ulangi dan diangkat juga. tentu hanya berkata ayo berangkat saja, setidaknya dia sudah bangun dan perjalananku dimulai kembali dengan sisa pulsa lima ratus perak.
dijalan yang libur ini tetap ada bus yang silih berganti lewat. tapi betapa hati yang sedang begini. kutolaki semua hingga berjalan dengan mengambil langkah yang paling jauh untuk menenangkan diri. mengambil jalan dengan banyak pohon, bukan banyak kendaraan. seirama seperti ingin kembali kemasa lalu saja yang damai tanpa masalah, padahal aku sendiri tidak tahu masalahku sebenarnya apa.
hari ini tidak semulus perkiraan, tentu sangat kecewa. bagaimana tidak, seseorang yang sedari tadi memberi pesan menambah gundah, pembatalan acara hari ini tentu menambah gundah, dihari begini dengan arah yang galau pagi ini. aku berfikir, selanjutnya aku yang menjadi kotak pos pengirim sms sahabatku dengan sahabatku yang satunya. meski aku berkata aku bukan itu, aku tetap menahan. karena jelas pertama aku adalah tukang pos bisa mengurangi galauku pagi ini.
rencana hanya duduk melamun di gubuk penantian bus, tapi datang seseorang dosen yang kukenal mengajak bicara. pertama aku pun tak tahu tujuanku kemana saat ditanya, aku hanya menjawab FIS. dan kutanya balik dia menjawab FIS. tentu dia menggunakan bahasa yang semangat dan tidak menggalau. dan akhirnya tetap begitu, sampai diakhiri ngobrol memberi semangat awal sambil disalami dosen yang tak kukenal lagi, lalu kami naik bersama. turun bersama diFIS di pagi yang sepertinya akan galau ini.
Di FIS yang tenteram, galau menjadi sedih, dan sedih mengembalikan memori yang hilang. ingin mencoba mengambil gambar sebagai saksi galauku pagi ini. tapi aku hanya berhasil mengambil satu, karena malu. dengan semua berbalutkan putih-hitam sedang aku terasing, dengan busana biru-abu-abu.
disinilah mungkin kusimpan memori yang tergalaukan pagi ini. kutitipkan sedikit kenangan pahit, getir, senda, gurau yang mengenakkan. dimeja bundar berbentuk kayu dari beton, diiringi oleh tiga kursi lagi berbentuk batang pohon dari beton., aku tetap titipkan. biar semilir angin saja yang akan menjadi penyimpanannya. yang bisa menghantarkan lewat jaringan semilir dimanapun aku berada. agar tetap bisa merasakannya. agar tetap ingat. tanpa aku harus kesini waktu tua nanti.
dan tetap bisa menyebut rencana tuhan adalah rencana. meskipun di awal pagi hari senin, 23 desember 2013 ini aku pernah menggalau.
alhamdulillah...
pagi sudah menyapa gara-gara bangun kebelet pup, skalian itu langsung deh ambil wudlu lalu solat subuh...
buka leptop, pake headset, putar musik
internetan deh pake hp, sebelumnya tekan bintang satu dua tiga pagar dulu buat daftar kuota hehehe
yang saya cari adalah tentang Suku Baduy Dalam yang deket banget sama alam,
saking deketnya hanya goloklah alat yang mereka pakai sebagai keperluat bertani. bertaninya gak ada sawah ya...
mereka biarkan merumpun sehingga sepanjang taun bisa panen.
yg
pagi sudah menyapa gara-gara bangun kebelet pup, skalian itu langsung deh ambil wudlu lalu solat subuh...
buka leptop, pake headset, putar musik
internetan deh pake hp, sebelumnya tekan bintang satu dua tiga pagar dulu buat daftar kuota hehehe
yang saya cari adalah tentang Suku Baduy Dalam yang deket banget sama alam,
saking deketnya hanya goloklah alat yang mereka pakai sebagai keperluat bertani. bertaninya gak ada sawah ya...
mereka biarkan merumpun sehingga sepanjang taun bisa panen.
yg
alhamdulillah...
pagi sudah menyapa gara-gara bangun kebelet pup, skalian itu langsung deh ambil wudlu lalu solat subuh...
buka leptop, pake headset, putar musik
internetan deh pake hp, sebelumnya tekan bintang satu dua tiga pagar dulu buat daftar kuota hehehe
yang saya cari adalah tentang Suku Baduy Dalam yang deket banget sama alam,
saking deketnya hanya goloklah alat yang mereka pakai sebagai keperluat bertani. bertaninya gak ada sawah ya...
mereka biarkan merumpun sehingga sepanjang taun bisa panen.
yg
pagi sudah menyapa gara-gara bangun kebelet pup, skalian itu langsung deh ambil wudlu lalu solat subuh...
buka leptop, pake headset, putar musik
internetan deh pake hp, sebelumnya tekan bintang satu dua tiga pagar dulu buat daftar kuota hehehe
yang saya cari adalah tentang Suku Baduy Dalam yang deket banget sama alam,
saking deketnya hanya goloklah alat yang mereka pakai sebagai keperluat bertani. bertaninya gak ada sawah ya...
mereka biarkan merumpun sehingga sepanjang taun bisa panen.
yg
tau gak tau gak tau gak....
aku itu sejak semester 1 udah jadi tim paduan suara fakultas teknik unnes looo.... aku juga pernah ketrima unnes choir lho (paduan suara universitas)... pasti gak percaya kan?????????
ya tadi malem latian bersama hasil oprek, seneng banget.... seneng se seneng seneng nya padahal gak seneng2 amat si hahahaha...
nyanyi indonesia raya oke, nyanyi mengheningkan cipta oke, nyanyi mars oke, nyanyi bahasa inggris tiiiidaaaaaaaakkkkkkkk oke ( gak bisa bahasa inggris buk), padahal nilai bahasa inggris di daftar nilai di sistem akademiknya unnes dapet 99 nyaris sempurna, aku aja bengong ngliatnya tapi ya itulah... takdir takkan kemana-mana....
balik ke tadi malem yang penuh kesunyian dengan lantunan musik rock n' roll (itu rame woyyyyy), yah apa boleh buat....
setelah lama berlari kaya dikejar belalang raksasa setengah inci (kecil dong) akhirnya sampai di ruang latian paduan suara E2-109 untuk berINTERNETAN RIA (seneng ya???? padahl lu kabur kan dari rapat BSC???) wkwkwkwk,,,,, ya kan janjinya pada dateng jam setengah tujuh eh ditungguin malah belum da yang dateng so jadi sehingga lalu kemudian terpaksa saya harus membuka leptop untuk membuka FIREFOX untuk membuka facebook dengan senang hati wkwkwkwkwk... tat kala sedang bertarung sengit dengan berkomen komenan ria dengan seseorang yang statusnya biasa aja maka datanglah dua orang sosok perempuan tinggi dan gendut membawa piano, dudukan piano dan kunci wkwkwkwkwk (dina dan kirana) becanda ya maaaappppp banget hehe (bercucuran air mata ni)...
ya udah deh aku dimarahin gara-gara gag bantuin, alhasil saat dibuka ruangannya.... byarrrrrrrrrrrrrrrrr....... lampu ruangannya gag bisa dinyalain deh... kututup dan kupasang wajah imut ke pak penjaga untuk meminta ruangan lain, dan akhirnya byaarrrrrrrrrrr.....lampunya gag nyala juga hahahahahahahah,
akhirnya aku dan temenku membuka box listrik berjuta saklar imut (lebay,,, wkwkwkwk) untuk dinyalain satu persatu... akhirnya dibuat tebak-tebakan deh mana saklar yang mau dinyalain dan akhirnya malah lampu selasar yang mati... sehingga menimbulkan jeritan malm yang melengking merobek-robek hati yang terdalam, memberikan sensasi yang indah saat bertatapan, dan memberikan rasa kagum yang mendalam dan meneriaki si manusia yang MEMATIKAN LAMPU (keren ya bahasaku, wkwkwkwkwkwk),
ya udahlah emang dasar pak satpam.... lagi asyik latian dilobi malah lampunya padanyala....
semua jadi mengucap syukur alhamdulillah setelah ketua menyampaikan ucapan selamat bagi yang diterima (gag ada hubungannya sama lampu kaleeeeeeee, wkwkw),
acarapun dimulai dengan khidmad... nadanya kesana kemari mencari alamat (kate siape ya gua lupa, kayaknya pernah denger lagunya)
oke untuk mempersingkat waktu latianpun selesai, hahaahahhahaha
dan dilannjutkan nyanyi-nyanyi bareng, dasar gua gak bisa nyanyi cuman melihati mereka dengan gaya ceribel wkwkwkkwkw,
tapi mas ketua yang dulu tu.... lebih parah masa lagunya orang dibilang lagunya noah, lagu inggris dibilang lagunya didi kempot,
tapi ya senenglah.... meski jam 11 malam cinderela baru datang kami langsung pergi (wkwkwkwkwk)
akhirnya kami pergi juga.....
yah capek nanti malam diulangin lagi ya........
nasgor menanti, es teh minumi eh leptop mati,,,
jadi....
sholat dulu lalu tidur...
hehe maaf ya Allah solatku agak telat...
Allah yang baek maapin perdy ya yang nakal (pasang wajah cemberut),
amiin,,,,
aku itu sejak semester 1 udah jadi tim paduan suara fakultas teknik unnes looo.... aku juga pernah ketrima unnes choir lho (paduan suara universitas)... pasti gak percaya kan?????????
ya tadi malem latian bersama hasil oprek, seneng banget.... seneng se seneng seneng nya padahal gak seneng2 amat si hahahaha...
nyanyi indonesia raya oke, nyanyi mengheningkan cipta oke, nyanyi mars oke, nyanyi bahasa inggris tiiiidaaaaaaaakkkkkkkk oke ( gak bisa bahasa inggris buk), padahal nilai bahasa inggris di daftar nilai di sistem akademiknya unnes dapet 99 nyaris sempurna, aku aja bengong ngliatnya tapi ya itulah... takdir takkan kemana-mana....
balik ke tadi malem yang penuh kesunyian dengan lantunan musik rock n' roll (itu rame woyyyyy), yah apa boleh buat....
setelah lama berlari kaya dikejar belalang raksasa setengah inci (kecil dong) akhirnya sampai di ruang latian paduan suara E2-109 untuk berINTERNETAN RIA (seneng ya???? padahl lu kabur kan dari rapat BSC???) wkwkwkwk,,,,, ya kan janjinya pada dateng jam setengah tujuh eh ditungguin malah belum da yang dateng so jadi sehingga lalu kemudian terpaksa saya harus membuka leptop untuk membuka FIREFOX untuk membuka facebook dengan senang hati wkwkwkwkwk... tat kala sedang bertarung sengit dengan berkomen komenan ria dengan seseorang yang statusnya biasa aja maka datanglah dua orang sosok perempuan tinggi dan gendut membawa piano, dudukan piano dan kunci wkwkwkwkwk (dina dan kirana) becanda ya maaaappppp banget hehe (bercucuran air mata ni)...
ya udah deh aku dimarahin gara-gara gag bantuin, alhasil saat dibuka ruangannya.... byarrrrrrrrrrrrrrrrr....... lampu ruangannya gag bisa dinyalain deh... kututup dan kupasang wajah imut ke pak penjaga untuk meminta ruangan lain, dan akhirnya byaarrrrrrrrrrr.....lampunya gag nyala juga hahahahahahahah,
akhirnya aku dan temenku membuka box listrik berjuta saklar imut (lebay,,, wkwkwkwk) untuk dinyalain satu persatu... akhirnya dibuat tebak-tebakan deh mana saklar yang mau dinyalain dan akhirnya malah lampu selasar yang mati... sehingga menimbulkan jeritan malm yang melengking merobek-robek hati yang terdalam, memberikan sensasi yang indah saat bertatapan, dan memberikan rasa kagum yang mendalam dan meneriaki si manusia yang MEMATIKAN LAMPU (keren ya bahasaku, wkwkwkwkwkwk),
ya udahlah emang dasar pak satpam.... lagi asyik latian dilobi malah lampunya padanyala....
semua jadi mengucap syukur alhamdulillah setelah ketua menyampaikan ucapan selamat bagi yang diterima (gag ada hubungannya sama lampu kaleeeeeeee, wkwkw),
acarapun dimulai dengan khidmad... nadanya kesana kemari mencari alamat (kate siape ya gua lupa, kayaknya pernah denger lagunya)
oke untuk mempersingkat waktu latianpun selesai, hahaahahhahaha
dan dilannjutkan nyanyi-nyanyi bareng, dasar gua gak bisa nyanyi cuman melihati mereka dengan gaya ceribel wkwkwkkwkw,
tapi mas ketua yang dulu tu.... lebih parah masa lagunya orang dibilang lagunya noah, lagu inggris dibilang lagunya didi kempot,
tapi ya senenglah.... meski jam 11 malam cinderela baru datang kami langsung pergi (wkwkwkwkwk)
akhirnya kami pergi juga.....
yah capek nanti malam diulangin lagi ya........
nasgor menanti, es teh minumi eh leptop mati,,,
jadi....
sholat dulu lalu tidur...
hehe maaf ya Allah solatku agak telat...
Allah yang baek maapin perdy ya yang nakal (pasang wajah cemberut),
amiin,,,,
alhamdulillah udah lulus bro.... sedih banget kehilangan temen-temen dari sma dulu yang kayak keluarga sendiri...
tahun 2012 gua lulus kemudian ketrima di Universitas Negeri Semarang secara tidak sengaja di Jurusan teknik sipil, disini gua dapet temen2 baru dari coeok yang cakep-cakep dan cowok-cowok setengah cakep dan satu cewek yang agak cakep (???????????)
meski harus kehilangan atok, aan, lutfi, andi DLL (dan lainnya lupa hahahahahah) becanda.... tapi aku dapet teman baru ada irwan, zaidin dkk (heheheh lupa juga ) yaudah gag usah disebutin satu-satu deh...
tapi seneng, kemana-mana bareng... makan bareng, tidur bareng, ngobrol bareng tidur bareng, mandipun juga SENDIRI (ingat ya SENDIRI .....S-E SE tambah N jadi SEN D-I DI jadi SENDI R-I RI pastilah SENDIRI)....
tapi tak berlangsung lama kok setelah satu tahun merajut asa bersama denan jaring laba-laba yang haus dan lapar (maksut loh????) kita harus berpisah... kita hidup sendiri-sendiri, kita akan makan sendiri sendiri, berpacaran sendiri-sendiri (ya iyalah bossssss masa mau pacaran barengan) tapi tetep aja FACEBOOK jalannnnnnnnnn (kata tasya: hore hore hore)
yah lanjut ke 2013 yang sepi karena temenku lagi home sick (baca: pulang kampung) jadi ya saya disini sendiri dan tak ada yang menemani, hanya leptop yang compaq (kompak ngerjain gua juga dengan lemotnya) dan kipas peninggalan mendiang temen (eittccchhhhhh hus dia masih hidup loh, wkwkwkw).
tapi senengnya ya gak ada senengnya itu (sedih dong bung?) tapi ya harus bagai mana lagi mana kala air beriak tanda tak dalam (air galon lagi kekeringan cuy) jadi ya kehausan deh setelah negara api menyerang (paaaaaaaaannnnasssssssss).
cukup sekian dan terimakasih.
(?????????????????????????????????????????????)
tahun 2012 gua lulus kemudian ketrima di Universitas Negeri Semarang secara tidak sengaja di Jurusan teknik sipil, disini gua dapet temen2 baru dari coeok yang cakep-cakep dan cowok-cowok setengah cakep dan satu cewek yang agak cakep (???????????)
meski harus kehilangan atok, aan, lutfi, andi DLL (dan lainnya lupa hahahahahah) becanda.... tapi aku dapet teman baru ada irwan, zaidin dkk (heheheh lupa juga ) yaudah gag usah disebutin satu-satu deh...
tapi seneng, kemana-mana bareng... makan bareng, tidur bareng, ngobrol bareng tidur bareng, mandipun juga SENDIRI (ingat ya SENDIRI .....S-E SE tambah N jadi SEN D-I DI jadi SENDI R-I RI pastilah SENDIRI)....
tapi tak berlangsung lama kok setelah satu tahun merajut asa bersama denan jaring laba-laba yang haus dan lapar (maksut loh????) kita harus berpisah... kita hidup sendiri-sendiri, kita akan makan sendiri sendiri, berpacaran sendiri-sendiri (ya iyalah bossssss masa mau pacaran barengan) tapi tetep aja FACEBOOK jalannnnnnnnnn (kata tasya: hore hore hore)
yah lanjut ke 2013 yang sepi karena temenku lagi home sick (baca: pulang kampung) jadi ya saya disini sendiri dan tak ada yang menemani, hanya leptop yang compaq (kompak ngerjain gua juga dengan lemotnya) dan kipas peninggalan mendiang temen (eittccchhhhhh hus dia masih hidup loh, wkwkwkw).
tapi senengnya ya gak ada senengnya itu (sedih dong bung?) tapi ya harus bagai mana lagi mana kala air beriak tanda tak dalam (air galon lagi kekeringan cuy) jadi ya kehausan deh setelah negara api menyerang (paaaaaaaaannnnasssssssss).
cukup sekian dan terimakasih.
(?????????????????????????????????????????????)











