Posted by : Anonimous Kamis, 26 Desember 2013


Tidak ada kesalahan dalam judul tersebut, itu benar-banar nama lengkapnya. Namanya Pilar Sangga Buana, seperti namanya, dia adalah pekerja keras. 


Kita bertemu di Asrama UNNNES Putra FIK sebagai angkatan pertama. kami memang belum akrab sejak awal dan memang tidak akrab sama sekali. yang aku ingat ya tubuhnya yang gambang diingat. tapi begitulah dia yang sering kujumpai ribut didepan tifi dengan po (nama panggilannya untuk latif).

Secara kasat, memang tidak berbeda dengan orang-orang lainnya, hanya saja dia memang pekerja keras, entah sudah dimulai sejak dulu atau hanya dari awal kuliah saya tidak tahu. sekarang dia ada di jurusan sejarah Fakultas Ilmu Sosial Unnes, tepatnya sepengetahuan saya dia dikelas Bilingual. tentu dikelas spesial incaran orang dengan jumlah manusia dikelas yang terus berjumlah 25 orang saja, dari nama bilingual itu terbayang ada bahasa inggris, itulah yang membuat ngiri diri saya tentunya.

Tapi kengirian saya bukan berhenti karena dia dikelas bilingual, tapi pertama, karena dia pekerja keras, kedua sikap kritisnya itu. pemikiran kritis tentu harus ada pada tiap-tiap mahasiswa. ;lain dengan saya, bahkan saya tidak pernah merasa bahwa saya adalah orang yang kritis. dan mungkin memang saya bukanlah orang kritis. disitulah aku mulai belajar mengkritisi diri sendiri sebagai awalnya. tentu dengan kengiriannya saya kepadanya.

Sifatnya mungkin bertolak belakang padaku, bisa diakui dia sedikit apatis. tidak pernah mau mengurusi orang sebelum dia diminta, mungkin pandanganku seperti itu. tidakmau mengganggu orang selama dia tidak diganggu orang tersebut, lain dengan saya yang banyak KEPO dan mengurusi masalah orang yang mungkin tak kukenal sekalipun, meskipun mereka hanya berkata pada temannya bahwa dia tidak tahu caranya menyalakan lampu, secara itu juga aku menyalakan lampu untuknya., meski tidak kenal dan tidak diminta, tentu bukan untuk diriku sendiri awalnya.

Kami malah sedikit akrab saat mau kelulusan asrama, atau masa aktif asrama telah hampir habis. lebih banyak berbicara satu-sama lain meskipun sebelumnya bisa dianggap tidak pernah sama sekali. tentu bukan apa-apa, tapi dia menjadi teman tersendiri saat semuanya telah pulang kampung. dan mungkin hanya bercanda sejenak.

Pernah suatu kali hampir akan satu kos sama dia, tapi salahku sendiri malah membatalkannya. tentu aku merasa bersalah karena seperti anggap saja memphpin orang lain, bagaimana rasanya tentu aku pernah merasakannya. tapi seumua bukan tanpa alasan. pertama karena sebelum aku mengajaknya tentu aku sudah diajak oleh orang lain mencarinya, kedua kalinya saat mencari bahwa orang yang mengajakku itu malah ikut dengan orang lain dan menyuruhku mencari satu orang lagi, karena aku tahu yang belum mendapatkannya adalah dia, otomatis aku ajak dia. ketiga saat sudah ketemu, malah yang mengajak orang yang mengajakku ingin menempatinya sendiri secara otomatis juga temanku sendiri lagi. keempat, intinya aku kembali ke ajakan awal dan membatalkan dengannya. ku tahu juga temannya juga belum mendapatkan hal yang sama juga. intinya begitu. berharap yang membaca ini tidak pusing.

Terkadang apa yang dia sampaikan, entah disadari atau tidak olehnya, merupakan kata yang memotivasi diri, bahkan saat bercanda sekalipun.
selanjutnya kutipan darinya saja,

"Kita gak berteman, tapi kita sahabat"

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger news

Blogger templates

- Copyright © Bingkai Venus -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -